Berawal dari dari perintah atasan untuk melakukan cek valve dilapangan dan menentukan jenisnya. Karena gambar yang di PID kurang begitu jelas, sehingga perlu di cek dilapangan. Kalau di PID dari symbol nya walaupun agak blur tapi jelas kemungkinannya kalau tidak globe ya ball valve. Eh, pas di cek kok itu valve jenis gate. Hedeh. Sambil mengingat kembali, browsing dan belajar lagi biar tidak lupa.

Setelah browsing dan berikut resume nya :

Apa itu Valve?

Yang simplenya/mudahnya Valve itu kran/keran yang sering kita gunakan dalam kehidupan kita sehari hari. Yang gunanya untuk mengatur debit baik liquid maupun gas. Ada yang manual ada pula yang otomatis.

1. Valve Ball

Valve ball adalah valve dengan tipe bola (ball). Di valve ball, pasti terdapat sphere / bulatan seperti bola yang berlubang. Valve ball bisa ditutup hanya dengan ¼ (seperempat) putaran, jadi anda bisa mengatur alirannya mulai dari sudut 0 sampai dengan 90. Karena bentuk yang bulat, lubang yang ada di valve ball bisa membuat ruangan yang lurus sesuai diameter dalam pipa.

Keuntungan menggunakan Ball valve adalah:
a. Harga dan perawatan murah
b. Kapasitas besar
c. Aplikasi tekanan dan temperatur tinggi
d. Kapasitas besar
e. Menggunakan actuator dengan torsi kecil

Kekurangan menggunakan Ball valve adalah:
a. Kurang bagus untuk aplikasi throttling pada karakteristik aliran tertentu
b. Ball dapat terkikis oleh media abrasif dan laju alir yang tinggi

 

2. Valve Gate

Valve Gate adalah jenis valve yang menggunakan gate, cara kerjanya ialah mengangkat gate (pintu) keatas atau kebawah. Jika ingin paham tentang jenis valve ini, Anda harus ingat bahwa gate itu pintu. Pintu yang seperti apa? pintu seperti pintu air, yang juga modelnya turun ke bawah, kira-kira seperti itulah cara kerja valve gate ini.

 

Keuntungan Gate Valve ?

Fitur penutup yang bagus
Gate valve mimiliki dua arah
Meminimalisir Kehilangan tekanan

Kelemahan Gate Valve ?

Tidak bisa dibuka atau ditutup dengan cepat
Gate Valve tidak cocok untuk mengatur atau aliran throttle
Peka terhadap getaran dalam keadaan terbuka

 

3. Valve Globe

Tidak seperti valve ball atau valve gate. Valve globe didesain untuk mengurangi aliran saja. Globe valve dioperasikan juga dengan model wheel (setiran) sama seperti valve gate, tapi bedanya setirnya tidak naik turun. Sama juga seperti valve gate, valve globe akan menutup fluida dengan secara perlahan dan tidak menyebabkan water hammer, namun dapat menurunkan tekanan, istilah umumnya pressure drop. Valve globe punya ruang sempit yang menjorok ke atas tempat fluida mengalir, ruang ini nantinya akan ditutup dengan disk yang bergerak naik turun. Pergerakan disk yang tidak terlalu cepat ini, bisa mengontrol aliran (debit) dengan sangat baik, istilahnya throttling. Throttling adalah sebuah proses pembatasan aliran fluida secara perlahan.

Keuntungan Menggunakan Globe Valve ?

1. Kemampuan shutoff yang baik
2. Kemampuan throttling sedang hingga baik
3. Stroke yang lebih pendek (dibandingkan dengan katup gerbang)
4. Tersedia dalam pola tee, wye, dan angle, masing-masing menawarkan kemampuan unik
5. Dengan cakram yang tidak melekat pada batang, katup dapat digunakan sebagai katup stop-check

Kelemahan Menggunakan Globe Valve ?

1. Penurunan tekanan yang lebih tinggi (dibandingkan dengan gate valve)
2. Membutuhkan kekuatan yang lebih besar atau aktuator yang lebih besar untuk seat katup (dengan tekanan di bawah seat)
3. Aliran throttling di bawah seat dan aliran shutoff di atas seat
 

4. Valve Plug

Plug Valve atau Katup Sumbat adalah katup gerak seperempat putaran yang menggunakan tapered atau silinder plug seperti “sumbat” untuk menghentikan atau memulai aliran.

5. Butterfly Valve

Untuk membuka dan menutup penuh, valve jenis ini hanya membutuhkan putaran 90deg atau seperempat putaran tuas, sehingga memungkinkan valve jenis ini dapat dioperasikan dengan cepat. Namun valve ini tidak mampu di setting untuk ukuran aliran tertentu. Valve ini biasa disebut sebagai Quarter Turn Valve. Dengan bahan penutup saluran sebuah disc presisi valve ini digerakkan dengan poros aktuator yang terhubung dengan handel di sisi luar valve.

6. Diaghpragm Valve

Diaghpragm Valve memiliki aliran yang tenang dan fluida akan mengalir tanpa hambatan. Jenis valve ini sangat baik untuk flow control dan penutupan aliran yang sangat rapat walaupun di dalam pipeline terkandung suspended solid. Diaphragm valve cocok digunakan untuk fluida yang korosif, fibrous materials, viscous material, sludges, solids in suspension, gas dan udara bertekanan.

7. Check Valve

Check Valve adalah alat(katub) yang digunakan untuk mengatur fluida(gas atau cair) yang hanya mengalir ke satu arah saja dan mencegah aliran ke arah sebaliknya (backflow). 

 

 

8. Pressure Relief Device

Jenis ini digolongkan sebagai Safety Valve, digunakan untuk mencegah terjadinya overpressure pada sistem proses piping dan mencegah terjadinya kerusakan peralatan. Relief valve menggunakan pegas baja (lihat gambar di bawah ini), yang secara otomatis akan terbuka jika tekanan mencapai level yang tidak aman. Level tekanan pada valve ini bisa diatur, sehingga bisa ditentukan pada level tekanan berapa valve ini akan terbuka. Ketika tekanan kembali normal, relief valve secara otomatis akan tertutup kembali.