Apa sih trichoderma?

Kalau pernah kita perhatikan jamur yang tumbuh disuatu media misal nasi yang sudah basi, roti basi, dll. Maka akan ada jamur warna warni. Nah trichoderma sp ini adalah yang berwarna hijau/biru, nah trichoderma ini termasuk dalam jamur dominan yang berguna bagi kita.

Dialam tentu ada jamur yang baik dan yang buruk (patogen) buat kebutuhan kita. Dan masing masing punya jenis yang dominan/kuat baik itu jamur yang menguntungkan maupun jamur patogen...

Jamur patogen dominan biasanya berwarna hitam, jadi kalau tumbuh warna hitam akan baik dibuang dan dibakar.

Nah dalam dunia pertanian trichoderma banyak dimanfaatkan sebagai pestisida alami, karena dia bersifat dominan. Jamur lawan jamur...

Contoh dia akan melawan jamur Fusarium oxysporum yang sangat terkenal, yang sangat sering menyerang cabai sehingga menyebabkan gagal panen.

Keunggulan trichoderma :

    1.Tumbuh dan adaptasi cepat

    2.Produksi massal murah dan gampang

    3.Mengkoloni rizosfer sebagai perlindungan akar.

    4.Mempercepat pertumbuhan tanaman. 

Sebenarnya nama yang cocok untuk trichoderma ini adalah biofungisida. Tapi biar gampang kita sebut saja pestisida alami.

Untuk pengembangbiakan/perbanyakan bisa memakai media yang mengandung karbohidrat. Misal bekatul/kentang/nasi/dll. 

Kalau saya pribadi lebih cenderung suka pakai media nasi karena paling mudah didapatkan. 

Tahap pencarian biang jamur. 

    1.Beli biang di toko online banyak. 

    2.Cari sendiri. 

Nah kalau memang mau cari sendiri kita bisa memancingnya dialam. Caranya :

  1. Ambil daun bambu yang rontok kebawah usahakan yang belum lama jatuh. Masih belum kering sempurna. Misal tidak ada pohon bambu pakai daun apa saja bisa tapi sebisa mungkin daun yang diambil dari daerah yang alami/liar. Misal kebun kosong, hutan, alas, yang intinya tidak banyak terjamah. 
  2. Siapkan nasi yang masih bagus. Bukan nasi yang sudah basi. Bukan pula nasi yang masih panas. 
  3. Usahakan sterilkan peralatan yang akan digunakan. 
  4. Taruh daun dikotak yang sudah kita siapkan. Taruh nasi diatas daun, lalu timbun lagi dengan daun kembali. 
  5. Tutup kotak tersebut, trichoderma tidak membutuhkan terlalu banyak oksigen. Jadi aman kalau mau ditutup rapat menghindari kontaminasi. 
  6. Taruh kotak tersebut ditempat yang tidak terkena matahari langsung, gelap lebih baik. 
  7. Tunggu sekitar 7 hari dan jamur sudah mulai muncul. Bongkar dengan hati hati biar spora jamur tidak bercampur. 
  8. Amati warna yang muncul, jika muncul warna hijau/biru, selamat anda berhasil mendapatkan biang trichoderma. 
  9. Ambil jamur hanya yang berwarna hijau/biru saja, cara pengambilan bisa dengan cotton bud, atau tissue yang digulung. 
  10. Oleskan cotton bud di jamur yang berwarna hijau/biru di media pancingan tadi kemudian kembangbiakan (oles oleskan) di media yang baru (kotak baru, nasi baru, usahakan steril semua). Tinggal menunggu jamur trichoderma memenuhi kotak tersebut. 
  11. Selamat anda punya biang murni trichoderma. 

Untuk gambar pancingan saya tidak sempat photo, karena sudah diacak acak teman dikiranya sesajen. He... He... He... 

 Ini punya saya yang sudah jadi biang :

Itu contoh biang yang saya coba buat di area tempat kerja. Kemudian saya bawa pulang sedikit dan saya biakkan kembali :

Untuk gambar diatas yang agak kuning itu air embun, karena kotak ini benar benar tertutup rapat. Dan jumlah embun air cukup banyak. Tapi alhamdulillah masih ok. 

 

Aplikasi?

Bebas, bisa langsung dipendam dalam tanah atau dilarutkan di air untuk dikocorkan. Misal punya poc jadi bisa di oplos dengan air poc lalu dikocor ke tanah.

Dosis?

Tidak usah dihitung, jika lingkungan cocok dalam artian bahan organik banyak dalam tanah tersebut makan jamur trichoderma akan berkembang juga. Nah disini kuncinya, kita tidak bisa memperkirakan trichoderma hidup atau mati karena bahan organik dalam tanah tidak kelihatan, sehingga lebih baik aplikasikan rutin misalkan 1 bulan sekali.

Bahaya? 

Spora dari trichoderma mengakibatkan rasa panas kalau terhirup manusia, jadi usahakan pakai masker. Standar lah kalau urusan dengan jamur harus pakai masker. 

Apakah bisa untuk benih? 

Bisa, misalkan tanam dari biji. Rendam saja saja dalam larutan trichoderma kemudian tanam. Bandingkan hasilnya kalau mau yakin efeknya. InsyaAllah langsung kelihatan bedanya. 

Lama waktu simpan?

Kalau saya pribadi kotak biang tadi secara berkala ditambah nasi baru. Untuk makanan si trichoderma. Selama ada makanan trichoderma akan hidup. Biang yang kita buat tadi bukan hanya spora, tapi jamur plus spora jadi kalau jamur mati dia akan busuk. Kecuali kita pisahkan sporanya kemudian kita simpan dalam kulkas, itu akan jadi sangat lama waktu simpannya. Kalau yang sudah dicampur poc harus segera di aplikasikan, kalau terlalu lama spora akan busuk juga. Pun berkembang dia akan berkembang di permukaan dan biasanya kurang maksimal pertumbuhannya.