{googleads}
# NATURE STEK #
Apa itu nature stek, dan serba serbi nya. Bisa di cari di google, youtube. Sudah yang banyak mengulasnya.
Nah saya disini mau mencoba keampuhan dari nature stek ini. Yang saya dapatkan nature stek yang berupa dua botol serbuk yang di campur dan di tambah air (upgrade dari bahan sebelumnya yang berupa satu botol serbuk dan satu botol cairan).
Kalau melihat harga yang lumayan mahal di bandingkan rootup dkk, maka dapat di prediksi bahwa isinya :
1. Anti jamur
2. Hormon pemacu akar
3. Vitamin/pupuk khusus akar
Dah hormonpun saya yakin bukan hanya sekedar auksin, karena beberapa komentarnya yang mengatakan calon bungapun tidak rontok. Dan kombinasi ini kalau di luar negeri harganya termasuk mahal untuk kita. Silahkan di cari di google untuk merk nya. Ok. Langsung saja :

Gambar diatas adalah jambu air yang saya coba dengan nature stek. Sekedar improvisasi, langkah yang di lakukan mirip dengan cangkok. Hanya saja di potong dulu, di kasih nature stek, kemudian di bungkus seperti cangkok. Kenapa saya melakukan itu, yang secara langkah lebih ribet?. Alasannya adalah faktor jarak, karena saya ambil potongan jambu air dari tempat yang jauh. Sehingga saya harus melakukan improvisasi itu. Oh iya, media yang saya pakai adalah serbuk kayu yang lembab. tidak basah, tapi tidak kering.

Gambar diatas adalah potongan pohon kamboja bali. Kalau untuk yang ini saya hanya potong kasih nature stek. Sedangkan media yang saya pakai adalah tanah (media siap tanam) : pasir : sabut kelapa = 1:1:1 Dengan harapan kompos yang terdapat dalam media tanah bisa di perkecil komposisinya. Kenapa tidak pakai tanah biasa ?. Harap maklum, lahan terbatas dan untuk mencari tanah biasa lumayan ribet. Jadi mau ngga mau coba pakai media tanam siap pakai.
Cara yang saya pakai agak melenceng dari tutorial nature stek. Saya coba improvisasi menyesuaikan keadaan yang ada. Kita lihat hasilnya. Semoga nantinya ada kabar baik.
Tanggal pembuatan 18 Juli 2018 , target 2 minggu terlihat hasil/mata tunas.
Update :
Nature stek hanya perangsang. Jadi proses ini tetap butuh proses dukung hidup. Seperti kelembaban, dan kandungan tanah. Tanah terlalu gembur/ada pupuk akan membuat tunas akar mati. Lingkungan tidak sesuai, tidak akan tumbuh tunas. Seperti halnya, syarat biji bertunas. Ok sekian, saya gagal untuk ini.
Oh ya, saya sebenarnya setelah itu membuat lagi stek dengan metode ini, dari kayu keras, pucuk dan jumlah lumayan banyak. Dari sungkup sampai normal. Ya kalau kesimpulan saya pribadi. Kalau stek kayu biasa, kemungkinan hidupnya hanya 10-20%. Tapi dengan dikasih perangsang dan lingkungan mendukung, kemungkinan hidupnya jadi 20-40%
Intinya percobaan kali ini gagal... ![]()